NILAI DASAR PERGERAKAN REBI PMII Salatiga

NDP
NILAI DASAR PERGERAKAN (NDP) PMII
Berkat rahmat  Allah SWT Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berusaha menggali sumber nilai dan potensi insan warga pergerakan untuk dimodifikasi di dalam tatanan nilai baku yang kemudian menjadi citra diri yang diberi nama Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII.  Hali ini dibutuhkan di dalam memberikan kerangka, arti dan motivasi dan wawasan pergerakan dan sekaligus memberikan dasar pembenar terhadap apa saja yang akan dan mesti dilakukan untuk mencapai cita-cita perjuangan sesuai dengan maksud didirikannya organisasi ini.
PMII merupakan organisasi pengkaderan yang memiliki Nilai Dasar Pergerakan yang melandasi tiga wujud kebudayaan yang terdapat di PMII. Namun untuk menjembatani nilai-nilai tersebut maka sebuah organisasi perlu menerjemahkan NDP menjadi bahasa yang lebih mudah dicerna, agar anggota PMII yang sangat prular bisa memahaminya secara penuh. Oleh sebab itu, nilai-nilai di NDP diterjemahkan ke dalam 3 Motto, 3 Komitmen dan 3 Hikmah dengan mengemasnya dalam bentuk selogan. Media selogan, sangat cocok digunakan untuk meringkas pesan dari nilai-nilai yang terdapat dalam NDP mengingat keberagaman corak anggota PMII yang sangat plural dengan kecerdasan berbeda-beda.


A. ARTI

Secara esensial Nilai Dasar Pergerakan ini adalah suatu sublimasi nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dengan kerangka pemahaman keagamaan Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah dan mendorong serta penggerak kegiatan-kegiatan PMII. Nilai Dasar Pergerakan juga sebagai pemberi keyakinan dan pembenar mutlak, Islam mendasari dan menginspirasi Nilai Dasar Pergerakan yang meliputi cakupan aqidah, syariah dan akhlak dalam upaya kita memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Dalam upaya memahami, menghayati dan mengamalkan Islam tersebut, PMII menjadikan Alussunnnah Wal Jama’ah sebagai manhaj al fikr sekaligus manhaj al-taghayyur al-ijtima’I atau perubahan sosial untuk mendekontruksikan sekaligus merekontruksi bentuk-bentuk pemahaman dan aktulisasi ajaran-ajaran agama toleran, humanis, anti kekerasan dan kritis transformatif.

B. FUNGSI
1. Landasan berpijak (Kerangka Aksi)
  Landasan ini menjadi landasan setiap gerak langkah dan kebijakan yang harus dilakukan. Sebagai kerangka aksi, NDP juga bergerak dalam pertarungan aksi, kerja-kerja nyata, aktualisasi diri dan pembelajaran sosial yang akan memperkuat tingkat kebenaran-kebenaran faktual.
2. Landasan berpikir (Kerangka Refleksi)
Landasan ini menjadi landasan pendapat yang dikemukakan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi.  Sebagai kerangjka refleksi, NDP bergerak dalam pertarungan ide-ide, paradigma dan nilai-nilai yang akan memperkuat tingkat kebenaran ideal.
3. Sumber motivasi  (Kerangka Ideologis)
Landasan ini menjadikan  pendorong kepada anggota untuk berbuat dan bergerak sesuai dengan nilai yang terkandung di dalamnya.  Kerangka ideologis juga menjadi satu rumusan yang mampu memberikan proses ideologisasi disetiap kader secara bersama-sama sekaligus memberikan dialektika antara konsep dan realita yang mendorong proses kreatif di internal kader secara menyeluruh dalam proses perubahan sosial yang diangankan secara brsama-sama dan juga secara terorganisir.

C. KEDUDUKAN 
NDP menjadi  Landasan dan dasar pembenar dalam berpikir, bersikap, dan berprilaku. Selain itu NDP juga menjadi sumber kekuatan ideal-moral dari aktivis pergerakan yang menjadi pusat argumentasi dan pengikat kebenaran berfikir, berucap dan bertindak dalam aktivitas pergerakan.

D. RUMUSAN NILAI DASAR PERGERAKAN

1. Tauhid 
Mengesakan Allah SWT. Merupakan nilai paling asasi yang dalam sejarah agama samawi, didalamnya telah terkandung sejak awal keberadaan manusia.
Pertama, Allah adalah Esa dalam segala totalitas, dzat, sifat-sifat, dan perbutan-perbuatan-Nya. Allah adalah dzat yang fungsional.
Kedua, Keyakinan seperti itu merupakan keyakinan terhadap sesuatu yang lebih tinggi dari pada alam semesta, serta merupakan kesadaran dan keyakinan kepada yang ghaib. 
Ketiga, Oleh karena itu, tauhid merupakan titik puncak, melandasi, memadu, dan menjadi sasaran keimanan yang mencakup keyakinan dalam hati, penegasan lewat lisan, dan perwujudan  lewat perbuatan.
Keempat, Dalam memahami dan mewujudkan itu, Pergerakan telah memiliki ahlussunnah wal jama’ah sebagai metode pemahaman dan penghayatan keyakinan itu.
Maka, konsekuensinya pergerakan mahasiswa islam Indonesia harus mampu melarutkan dan meneteskan nilai-nilai tauhid dalam erbagau kehidupan serta tersosialisasikan mermabah sekelilingnya. Hal ini dibuktikan dengan pemisahan yang tegas antar hal-hal yang profane dan yangmsakral. Selain Allah sebagai dzat yang maha kuasa, maka bisa dilakukan proses dekonstruksi dan desakralisasi. Sehingga tidak terjadi pengambatan pada hal-hal yang sifatnya profane, seperti jabatan, instruksi, teks dan seterusnya.

2. Hubungan manusia dengan allah (Hamblumminallah)
Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Dia menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baik kejadian dan menganugerahkan kedudukan terhormat kepada manusia di hadapan ciptaan-Nya yang lain. Kedudukan seperti itu ditandai dengan pemberian daya pikir, kemampuan berkreasi dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsi sebagai khalifah dan hamba Allah. Dalam kehidupan sebagai khalifah, manusia memberanikan diri untuk mengemban amanat berat yang oleh Allah ditawarkan kepada makhluk-Nya. Sebagai hamba Allah, manusia harus melaksanakan ketentuan-ketentauan-Nya. Untuk itu, manusia dilengkapi dengan kesadaran moral yang selalu harus dirawat, jika manusia tidak ingin terjatuh ke dalam kedudukan yang rendah.
Dengan demikian, dalam kehidupan manusia sebagai ciptaan Allah, terdapat dua pola hubungan manusia dengan Allah, yaitu pola yang didasarkan pada kedudukan manusia sebagai khalifah Allah dan sebagai hamba Allah. Kedua pola ini dijalani secara seimbang, Pola hubungan dengan Allah juga harus dijalani dengan ikhlas, artinya pola ini dijalani dengan mengharapkan keridloan Allah. Sehingga pusat perhatian dalam menjalani dua pola ini adalah ikhtiar yang sungguh-sungguh sedangkan hasil optimal sepenuhnya milik Allah.

3. Hubungan manusia dengan manusia (Hambluminnas)
Tidak ada kelebihan antara yang satu dengan yang lainnya , kecuali karena ketakwaannya. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, ada yang menonjol pada diri seseorang tentang potensi kebaikannya , tetapi ada pula yang terlalu menonjol potensi kelemahannya, agar antara satu dengan yang lainnya saling mengenal, selalu memadu kelebihan masing-masing untuk saling kait mengkait atau setidaknya manusia harus berlomba dalam mencaridanmencapai kebaikan, oleh karena itu manusia dituntut untuk saling menghormati, bekerjasama, totlong menolong, menasehati, dan saling mengajak kepada kebenaran demi kebaikan bersama. Nilai-nilai yang dikembangkan dalam hubungan antar manusia tercakup dalam persaudaraan antar insan pergerakan, persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sesama warga Negara dan persaudaraan sesama umat manusia. Perilaku persaudaraan ini harus menempatkan insan pergerakat pada posis yang dapat memberikan manfaaat untuk diri dan lingkungannya.

4. Hubungan manusia dengan alam (Hablumminnas)
Alam semesta adalah ciptaan Allah SWT. Dia menentukan ukuran dan hukum-hukumnya. Alam juga menunjukan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. Berarti juga nilai tauhid melingkupi nilai hubungan manusia dengan alam .Namun Allah menundukan alam bagi manusia dan bukan sebaliknya . Jika sebaliknya yang terjadi, maka manusia akan terjebak dalam penghambaan terhadap alam , bukan penghambaan terhadap Allah. Karena itu sesungguhnya Allah medudukan manusia sebagai khalifah.
Sudah sepantasnya manusia menjadikan bumi maupun alam sebagai wahana dalam bertauhid dan menegaskan keberadaan dirinya, bukan menjadikannya sebagai objek eksploitasi. Salah satu dari hasil penting dari cipta, rasa dan karsa manusia yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia menciptakan itu untuk memudahkan dalam rangka memanfaatkan alam dan kemakmuran bumi atau memudahkan hubungan antar manusia. Dalam memnfaatkan alam diperlukan iptek karena alam memiliki ukuran, aturan di hukum tesendiri. Alam didayagunakan dengan tidak mengesampingkan aspek pelestariannya.

Inilah nilai dasar pergerakan (NDP) pergerakan mahasiswa islam Indonesia yang dipergunakan sebagai landasan teologis, normative, dan etis dalam pola piker dan perilaku warga PMII, baik secara perseorangan ataupun bersama-sama. Dengan nilai dasar tersebut dituju pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya serta komitmen atas  perwujudan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang kritis, inovatif yang sadar akan posisi dan perannya sebagai khalifah Allah di muka bumi ini.

Komentar

Postingan Populer