EKONOMI REBI PMII Salatiga

EKONOMI

Berdasarkan teori, para sosiolog di Amerika Serikat, membagi manusia menjadi sejumlah generasi, Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, II, Generasi X, Generasi Y, dan kemudian generasi Z. Generasi Z adalah anak anak yang lahir 1995 hingga 2014.
Beberapa tahun belakangan ini, menjadi tahun-tahun yang sangat penting dalam dunia ekonomi, karena pemudi pemuda saat ini sudah masuk kepada generasi Z.  
Sebagai anggota dan kader ekonom muda sekaligus warga nahdliyyin tahun ini, harus berinovasi terhadap perkembangan ekonomi yang semakin hari semakin maju, pelaku generasi Z yang memiliki keunikan dari generasi sebelumnya yaitu ciri khasnya soal penggunaan teknologi dan budaya, generasi yang intuisif dengan digital, tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.Hal ini menunjukkan ketergantungan mereka terhadap koneksi internet sangat tinggi.
Sebagai anggota PMII, warga nahdliyyin harus peka untuk terus melakukan inovasi dan kreatifitas dalam mengelola dan memanfaatkan sebuah peluang tersebut dalam rangka membantu perekonomian Dunia khususnya Indonesia,  memanajemen diri dan membentuk kualitas diri agar mumpuni dalam menghadapi era revolusi. Revolusi yang tiap hari dan jam mengalami kemajuan, penemuan penemuan baru semakin marak di perbincangkan, sampai-sampai dikatakan bahwa Indonesia akan mengalami dan mendapatkan bonus demokrasi yang mampu menjadikan negara Indonesia menjadi negara emas, mengalahkan negara-negara lain, dan mampu bersaing dalam kehidupan dunia. 
Dan banyak yang menggunakan kata revolusi sebagai awal penemuan di indahkan, mulai dari penemuan kereta uap, kincir angin tradisional menjadi modern dan sampai sekarang semuanya berbasis online. Ekonomi memang bukan ilmu yang pasti, ada fase-fase dimana suatu ilmu bisa berubah, bahkan bisa merubah hukum permintaan, “apabila penawaran naik, maka permintaan turun”. Semua itu terganatung fase pola kehidupan manusia yang sekarang yang bersifat fleksibel dan bahkan menjadi distruptif ekonomi.
Dalam permasalahan ekonomi,  problem kesejahteraan dan kemajuan masyarakat sangat dibutuhkan, sampai saat ini banyak diantara orang yang kaya akan menjadi kaya, dn orang yang miskin justru semakin tertinggal. Secara perhitungan angka kemiskinan, Indonesia menduduki posisi agak dekat dengan negara seberang yang mengalami angka kemiskinan tertinggi diseluruh Dunia. Untuk memperbaiki tersebut, inovasilah salahsatunya, pemberdayaan kecil dan perhatian khusus terhadap ide ide pemuda maupun pemudi bangsa harus lebih ditingkatkan, inovasi baik pemunculan ide baru, perbaikan sistem lama yang belum baik, dan pengaplikasian terhadap gerakan Nahdlatul Tujjar. 
Memang NU semakin hari semakin memperhatikan soal kemaslahatan dan kesejahteraan umat, terutama dalam bidang ekonomi. Ada diantara sebagian dari mereka bertindak sebagai penggerak sektor ekonomi, penyalur sumber daya manusia yang berkualitas, membantu mengurangi pengangguran ( dengan adanya NU Job fair), dan banyak pelaku ekonomi yang bergerak dibidang ekonomi dengan menciptakan berbagai inovasi. Sebuah kondisi sekarang misalnya,  dimana banyak hal yang mampu dimudahkan dan terhubungkan dengan teknologi. Banyak link yang memang menjadi terobosan baru dari Nu untuk menjembatani warga Nahdliyyin atau masyarakat pada umumnya melakukan sebuah gagasan idenya, perihal sebuah agama dan aspirasi yang membangun dalam jangka panjang.
Pondasi tegaknya sebuah organisasi PMII yang berlatarbelakang Nahdlatul Ulama, memang harus dijadikan pijakan dalam sebuah keyakinan dan juga realisasi tindakan, 3 pilar utamanya, yaitu Nahdlatul Wathan (Gerakan Cinta Tanah air), Tashwirul Afkar (gerakan Intelektual dan pemikiran) dan Nahdlatul Tujjar (sebuah narasu sejarah yang dilukis oleh para pendahulu NU).
Di Indonesia sendiri, sudah mulai lahir beberapa anak muda dengan berbagai bidang yang digelutinya. Mulai dari Nadim Makarim dalam bisnis transportasi, Achmad Zaki dalam bisnis mall online hingga Adamas Belva dalam bisnis media pendidikannya. Anak-anak muda tersebut mulai berlomba-lomba untuk menciptakan berbagai hal untuk memudahkan kehidupan masyarakat umum. Banyak kontribusi anak bangsa yang diharapkan, terutama warga nahdliyyin harus terus digembleng, agar nahdliyyin semakin eksis dan juga mengantarkan indonesia menjadi negara emas. Hal ini sudah dimulai dengan lahirnya Fintech syariah yang mulai lahir. Yangmana ini menandakan bahwa sektor syariah juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang seperti halnya sektor lainnya.
Jika sudah seperti itu, bukan tidak mungkin lagi, pastilah teknologi informasi atau digitalisasi mampu untuk diaplikasikan dalam sektor syariah sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dikolaborasikan dengan kemajuan teknologi informasi ataupun digitalisasi akan mampu membuat sektor tersebut berkembang lebih cepat. Disamping itu, dunia digital sudah tidak terpengaruh dengan batasan-batasan suatu negara (Borderless)  dan harus dilaksanakan dan diperhatikan ole warga Indonesia terutama dilaksanakan oleh warga nahdliyin

Komentar

Postingan Populer